Archive for December 2013
Selain itu, sikap primitif yang sudah
membudaya di negara Indonesia juga menjadi salah satu penyebabnya.
Sikap-sikap primitif tersebut, seperti kebiasaan perempuan tidak
disekolahkan dengan alasan nantinya hanya akan menjadi ibu rumah tangga,
kebiasaan mementingkan uang dari pada pendidikan, serta masih banyak
lagi yang lainnya. Sudah jelas sekali di dalam semua agama, seperti
islam memerintahkan seluruh umatnya untuk menuntut ilmu
setinggi-tingginya, namun mungkin semua itu hanya dijadikan omong kosong
belaka. Pendidikan dilaksanakan dengan tujuan
untuk membentuk karakteristik seseorang agar menjadi lebih baik. Melalui
jalur pendidikan foormal, warga negara juga diharapkan dapat memiliki
kecerdasan dan mengerti nilai-nilai baik dan buruk agar dapat
dipergunakan nantinya. Tidak ada batasan umur, kasta. atau waktu bagi
seseorang untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan menjadi hak asasi bagi
semua manusia mulai dari lahir sampai akhirnya meninggal. Hak asasi
tersebut tidak boleh diktentang karena merupakan pemberian dari Tuhan
Yang Maha Esa. Selain pendidikan formal, pendidikan juga dapat dilakukan
melalui lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Pendidikan ini
disebut sebagai pendidikan Nonformal. Pendidikan ini sangat penting
dibandingkan dengan pendidikan formal karena semua yang diterima dari
pendidikan formal dapat diaplikasikan langsung ke kehidupan nyata.
Selain itu pendidikan nonformal juga menjadi faktor terpenting untuk
pembentukan jiwa dan sikap dari seseorang. Jika pendidikan di dalam
keluarga sangat baik tentu akan membuat seseorang menjadi lebih semangat
untuk menuntut pendidikan formal. Pendidikan formal dibagi menjadi 3
jenjang pendidikan, yakni jenjang pendidikan dasar, jenjang pendidikan
menengah, serta jenjang pendidikan perguruan tinggi.
Jawa Tengah adalah propinsi dimana budaya jawa banyak berkembang disini karena di jawa tengah dahulu banyak kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai peninggalan candi di jawa tengah. Mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerah mempunyai corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri – sendiri. selain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah diakui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO ada juga tembang tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursariada juga ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa.
Di Jawa Tengah juga masih ada kerajaan yang sampai sekarang masih berdiri tepatnya di Kota Solo yang dikenal dengan Kasunanan Solo. Budaya jawa tengah sungguh banyak mulai dari wayang ,wayang orang, ketoprak,tari dan masih banyak lagi. Kebudayaan yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah mayoritas merupakan kebudayaan Jawa, namun terdapat pula kantong-kantong kebudayaan Sunda di wilayah sebelah barat yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat terutama di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap. Adapun budaya
CLASSMEETING SEMESTER GASAL
TP. 2013/2014
Classmeeting
kali ini dibuat lebih kreatif dan lain dari yang sebelumnya. Biasanya
classmeeting semester gasal dengan tema olahraga, tapi tahun ini OSIS mengambil
tema perpaduan 4 Aspek. Perpaduan ini menciptakan banyak cabang lomba,
diantaranya :
|
1.
Futsal
2.
Debat
3.
Artikel
4.
Cerpen
5.
Puisi
|
6.
Bola
Volly
7.
Basket
8.
Lari 100
M
9.
Lari 200
M
10.
Bulu
Tangkis
|
11.
Bakiak
12.
Tarik Tambang
13.
Web.
Blog
14.
Poster
15.
Melukis
Tong Sampah
|
|
16.
Catur
17.
Pidato :
Arab, Inggris, Jawa
18.
Membuat
Sulak
19.
Membuat Barang
Ekonomis
20.
Menulis
Puisi
|
21.
Balap
Karung
22.
Pukul
Air
23.
Makan
Krupuk
24.
Mr &
Mrs Malida
25.
Reportase
|
26.
Tartil
27.
Tahlil
28.
Adzan
29.
Singing
30.
Senam Pramuka
dan Yel- yel
|
Classmeeting
ini berjalan dengan lancar dan sangat meriah. Pada hari pertama classmeeting
dibuka oleh Kepala Madrasah Bapak Drs. H. Sugiwanto, M.M dan langsung
dilanjutkan dengan berbagai perlombaan. Lomba yang pertama adalah lomba bola
volly yang berlangsung di halaman Belakang Aula . Disisi lain juga terlaksana
lomba tenis meja di halaman MA Mathalibul Huda Mlonggo, dan Futsal di halaman
utama.
Pada hari kedua ada lomba Futsal di
halaman utama, Badminton juga di halaman MTs Mathalibul Huda Mlonggo, Catur di
teras kelas X-1,
Pada
hari terakhir, final lomba futsal antara kelas X-5 dan X-3, disisi lain juga
ada lomba web blog yang dilaksanakan di Lab. Komputer , juga terdapat lomba membuat
barang ekonomis di Aula Belakang. Bersamaan dengan itu juga terlaksana lomba Mr
dan Mrs Malida yang terlaksana di Halaman Utama MA dan Rank 1.
Dalam Kamus
Bahasa Indonesia, rakyat diartikan sebagai penduduk sebuah negara atau wilayah,
sedangkan pemimpin adalah orang yang memimpin. Perbedaan diantara keduanya
terletak pada yang dipimpin dan yang memimpin. Artinya dimana ada rakyat, pasti
ada Pemimpin, yang akan mengelola jalannya roda pemerintahan untuk
kesejahteraan seluruh rakyat yang dipimpinnya. Fungsi pemimpin yaitu sebagai
pemegang amanah yang diberikan oleh sang rakyat, dan ini merupakan sebuah beban
berat yang harus dipikul oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu, beban tersebut
harus dipikul bersama antara sang pemimpin dengan jajaran kabinet yang telah
dipilihnya dan bekerja dengan penuhkeikhlasan serta tanggung jawab, dengan
dukungan doa dari sang rakyat.Sejenak mari kita lihat apa yang terjadi dengan
para pemimpin yang ada di negeri ini. Sebagai sebuah negara yang memiliki
beragam suku dan bahasa, tentu akan beragam pula karakter pemimpin yang
menjalankan roda pemerintahan diwilayahnya. Lihat saja perbedaan karakter
antara Jokowi dan Ahok, yang sekarang ini dipercaya menjadi Gubernur dan Wakil
Gubernur oleh rakyat Jakarta, dengan setumpuk permasalah yang terjadi, mulai
dari macet yang belum berakhir hingga banjir yang terus menghantui. Karakter
kedua tokoh yang satu berasal dari Pulau Jawa dan yang satu dari Pulau Sumatera
telah menyedot ribuan pasang mata yang melihat aksi keduanya melalui vidio yang
mereka uplode di youtube. Ketegasan seorang Ahok dalam membenahi birokarsi yang
amburadul di Jakarta, dipadukan dengan aksi Jokowi yang sering melakukan
kunjungan langsung menemui rakyat kecil di pelosok Jakarta, tanpa harus
menunggu laporan terlebih dahulu dari para bawahannya. Hal ini telah menjadikan
Jokowi sebagai sosok gubernur yang rendah hati dan dekat dengan rakyat kecil. Kisah
kedua tokoh tersebut, banyak mengambil simpati rakyat, tetapi banyak juga
menuai kritikan dari para birokrat, yang selama ini apa-apa dengan uang dan
uang. Rakyat sudah bosan dengan janji, sudah saatnya daerah mereka memiliki
pemimpin yang mau mendengar aspirasi rakyatnya. Bukan hanya gasar gusur tanpa
ada musyawarah terlebih dahulu. Kehadiran sang pemimpin yang merakyat tentu
sangat di harapkan oleh semua kalangan masyarakat. Karena seorang pemimpin yang
amanah dan mau mengerti kondisi rakyatnya, akan bekerja dengan hati dan penuh
tanggung jawab, tanpa memperdulikan tekanan dari orang-orang yang ingin
mengambil keuntungan pribadi. 
