Posted by : XI IPS 1
Friday, December 13, 2013
Dalam Kamus
Bahasa Indonesia, rakyat diartikan sebagai penduduk sebuah negara atau wilayah,
sedangkan pemimpin adalah orang yang memimpin. Perbedaan diantara keduanya
terletak pada yang dipimpin dan yang memimpin. Artinya dimana ada rakyat, pasti
ada Pemimpin, yang akan mengelola jalannya roda pemerintahan untuk
kesejahteraan seluruh rakyat yang dipimpinnya. Fungsi pemimpin yaitu sebagai
pemegang amanah yang diberikan oleh sang rakyat, dan ini merupakan sebuah beban
berat yang harus dipikul oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu, beban tersebut
harus dipikul bersama antara sang pemimpin dengan jajaran kabinet yang telah
dipilihnya dan bekerja dengan penuhkeikhlasan serta tanggung jawab, dengan
dukungan doa dari sang rakyat.Sejenak mari kita lihat apa yang terjadi dengan
para pemimpin yang ada di negeri ini. Sebagai sebuah negara yang memiliki
beragam suku dan bahasa, tentu akan beragam pula karakter pemimpin yang
menjalankan roda pemerintahan diwilayahnya. Lihat saja perbedaan karakter
antara Jokowi dan Ahok, yang sekarang ini dipercaya menjadi Gubernur dan Wakil
Gubernur oleh rakyat Jakarta, dengan setumpuk permasalah yang terjadi, mulai
dari macet yang belum berakhir hingga banjir yang terus menghantui. Karakter
kedua tokoh yang satu berasal dari Pulau Jawa dan yang satu dari Pulau Sumatera
telah menyedot ribuan pasang mata yang melihat aksi keduanya melalui vidio yang
mereka uplode di youtube. Ketegasan seorang Ahok dalam membenahi birokarsi yang
amburadul di Jakarta, dipadukan dengan aksi Jokowi yang sering melakukan
kunjungan langsung menemui rakyat kecil di pelosok Jakarta, tanpa harus
menunggu laporan terlebih dahulu dari para bawahannya. Hal ini telah menjadikan
Jokowi sebagai sosok gubernur yang rendah hati dan dekat dengan rakyat kecil. Kisah
kedua tokoh tersebut, banyak mengambil simpati rakyat, tetapi banyak juga
menuai kritikan dari para birokrat, yang selama ini apa-apa dengan uang dan
uang. Rakyat sudah bosan dengan janji, sudah saatnya daerah mereka memiliki
pemimpin yang mau mendengar aspirasi rakyatnya. Bukan hanya gasar gusur tanpa
ada musyawarah terlebih dahulu. Kehadiran sang pemimpin yang merakyat tentu
sangat di harapkan oleh semua kalangan masyarakat. Karena seorang pemimpin yang
amanah dan mau mengerti kondisi rakyatnya, akan bekerja dengan hati dan penuh
tanggung jawab, tanpa memperdulikan tekanan dari orang-orang yang ingin
mengambil keuntungan pribadi.